Download

Mendengkur Ganggu Kesehatan

Mendengkur selama ini lebih sering diperbincangkan sebatas kebisingan yang ditimbulkannya sehingga sangat mengganggu ketenangan tidur orang lain. Padahal, dengkur atau ngorok ternyata bukan keadaan biasa, melainkan sebuah gejala terdapatnya gangguan pada saluran napas yang berisiko membahayakan jiwa penderitanya.

Hal ini diungkapkan Ketua Departemen Telinga Hidung Tenggorokan (Otorhinolarungology) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangkunkusumo (FKUI-RSCM) dr Umar Said Dharmabakti, Kamis (15/11), dalam jumpa pers, di ruang kuliah, di Poliklinik THT, RSCM Jakarta.

Banyak cerita menyebutkan suami-istri terpaksa pisah kamar lantaran salah satu pihak tidak sanggup mendengar pasangannya mendengkur sepanjang malam. Kondisi ini seringkali membuat si pendengkur dipojokkan atau disalahkan, apalagi ketika orang lain terbangun mereka cenderung tidak terusik dengan suara dengkurnya sendiri.



“Orang yang mendengkur perlu ditolong. Sebab, mereka jelas tidak menginginkan hal ini terjadi. Dengkur atau ngorok juga merupakan gejala terdapatnya gangguan pada saluran napas yang berisiko membahayakan keselamatan jiwa. Oleh karena itu, mendengkur dapat dikatakan sebagai sillent killer,” Umar Said menegaskan.

Dengkur merupakan suara getaran muncul pada saat tidur yang dihasilkan terutama waktu bernapas dan disebabkan oleh getaran langit-langit lunak (palatum mole) dan pilar yang membatasi rongga orofaring (bagian tengah faring). Dengkur menunjukkan adanya obstruksi (sumbatan) pada sebagian saluran napas atas yang merupakan gejala penyakit obstruktive sleep apnea (OSA) atau berhentinya napas saat tidur.

Menurut Spesialis THT dari Departemen THT FKUI-RSCM Syahrial, mendengkur dan OSA umumnya terjadi pada orang dewasa. Kaum laki-laki dan lanjut usia mengalaminya dalam jumlah lebih banyak dibanding perempuan. Anak-anak juga berisiko mengalaminya. Namun, faktor penyebabnya berbeda dengan orang dewasa, lebih khas, umumnya karena pembesaran amandel.

OSA dapat dikenali dengan gejala-gejala yang muncul pada siang dan malam hari. Gejala pada malam hari antara lain, mendengkur dengan bunyi keras dan mengganggu, napas berhenti di sela-sela mendengkur dan diakhiri dengan mendengus, rasa sesak dan tercekik yang membuat penderita terbangun, serta tidur tidak nyenyak karena sering terbangun dan berubah posisi.

Mendengkur dan OSA ini dapat diatasi dengan berbagai terapi, baik bedah maupun non bedah. Terapi bedah dapat dilakukan dengan berbagai metode yang disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan pasien. “Jika mendengkur ini dibiarkan dan tidak segera diatasi, maka bisa bertambah berat kondisinya dan mengarah pada henti napas saat tidur yang membahayakan jiwa penderitanya,” kata Syahrial. Untuk mengembangkan terapi bagi orang yang mengalami masalah dengkur dan OSA, Departemen THT FKUI-RSCM telah mendirikan Kelompok Kerja dan Kelompok Studi Mendengkur dan OSA. Tujuannya antara lain memberi pendidikan, pelatihan dan pelayanan kesehatan di bidang gangguan mendengkur dan OSA yang diakui kepakarannya oleh masyarakat awam dan kalangan kedokteran tingkat nasional, regional dan internasional. (www.kompas.com)

1 komentar disini kalau suka...:

artikelnya sesuai nah bagi sahabat yang mendengkur kita punya solusinya klik link dibawah yah admin terimakasih

Tidur Mendengkur
Mendengkur
Cegah Dengkur
Pelangsing Perut Buncit

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites